![]() |
| N.A.M. Picture |
"Pernah gak kamu scroll media sosial, lalu lihat story atau postingan seseorang yang lagi pesta miras? Ada botol "miras" musik keras, lampu kelap-kelip, dan caption yang sok 'deep' tapi penuh flexing?
Sekilas, mungkin terlihat keren. Seru. Bebas. Tapi... coba pikir baik-baik: kenapa mereka merasa perlu memamerkannya ke publik? Apa yang sebenarnya mereka cari?
Ini bukan soal iri, bukan juga nyinyir tapi mari kita lihat dari kacamata psikologi. Karena kadang yang terlihat menyenangkan di luar, justru menyimpan banyak hal yang belum selesai di dalam.
Postingan pesta miras bukan cuma soal gaya hidup, tapi seringkali jadi cermin kebutuhan emosional yang tak terpenuhi.
Dan itu bisa jadi sinyal tentang harga diri, tekanan sosial, sampai pencitraan semu yang makin marak di dunia digital."
Yuk kita kupas : 5 Fakta Psikologi di Balik Orang yang Suka Pamer Pesta Miras di Medsos!
1. Mencari Validasi Sosial
Mereka butuh pengakuan dari orang lain agar merasa berharga.
Setiap “like” atau komentar jadi semacam “pelukan digital” yang menenangkan ego.
2. Ingin Terlihat Gaul & Berkelas
Pesta miras sering diasosiasikan dengan gaya hidup bebas dan keren.
Tapi ini lebih ke pencitraan, ingin “dianggap” daripada benar-benar menikmati.
3. Self-esteem Rendah, Tapi Butuh Pengakuan Tinggi
Mereka mungkin tampak percaya diri, tapi dalamnya rapuh.
Foto botol mahal & keramaian jadi pelampiasan untuk menutupi kekosongan batin.
4. Terjebak FOMO (Fear of Missing Out)
Takut dianggap "nggak update" atau “nggak seru”.
Jadi, semua kegiatan harus diabadikan, termasuk pesta miras meskipun tak semua nyaman menjalaninya.
5. Normalisasi Gaya Hidup Hedonistik
Lama-lama, mereka mulai percaya bahwa itu hal biasa dan wajar.
Ini berbahaya karena bisa membentuk pola pikir permisif terhadap perilaku destruktif.
"Bukan soal minum atau enggaknya... tapi kalau sampai harus pamer terus demi dianggap 'wah', mungkin yang haus bukan tenggorokan, tapi pengakuan"
N.A.M.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar