![]() |
| Giat SMTPI Jemaat GPM Dian : Syukuran HUT Republik Indonesia ke-80 Tahun. |
Pernahkah kita membayangkan bagaimana perasaan seorang anak yang sudah berlatih berhari-hari untuk lomba atau pentas seni, namun ketika hari yang ditunggu tiba, tidak ada ayah atau ibunya yang hadir menyaksikan? Anak itu mungkin tetap tampil, tapi di dalam hatinya ada rasa kosong. Sebaliknya, ketika orang tua hadir di bangku penonton, senyum anak akan merekah lebih lebar, semangatnya berlipat ganda, dan rasa bangganya tak terbendung.
Fenomena inilah yang membuat saya merasa prihatin. Dalam banyak kegiatan anak-anak, hampir selalu terlihat para ibu yang hadir setia memberi dukungan. Namun, kehadiran para ayah justru sangat minim, bahkan nyaris tidak ada. Hal ini sekilas terlihat sepele, tetapi sesungguhnya sangat memengaruhi tumbuh kembang anak-anak kita.
Lebih dari Sekadar Makan dan Pakaian
Anak-anak memang membutuhkan makan, pakaian, dan tempat tinggal yang layak. Itu adalah kebutuhan dasar. Namun, jangan lupa bahwa mereka juga memiliki kebutuhan emosional yang tidak kalah penting: perhatian, dukungan, dan apresiasi dari orang tuanya.
Pernahkah para ayah memperhatikan perbedaan sikap anak ketika mereka tampil di atas panggung dengan disaksikan orang tuanya, dibandingkan saat tidak ada yang hadir?
Saat disaksikan orang tua, anak tampil lebih percaya diri, bersemangat, dan bangga.
Saat tampil tanpa dukungan orang tua, anak sering merasa minder, kecewa, bahkan kehilangan motivasi.
Di sinilah terlihat betapa pentingnya peran kehadiran orang tua, bukan sekadar pemberian materi.
Kehadiran Adalah Investasi Emosional
Banyak ayah merasa tugas utamanya sudah selesai ketika bisa memberi nafkah dan memenuhi kebutuhan fisik keluarga. Padahal, itu hanya satu bagian dari tanggung jawab orang tua. Bagian lain yang jauh lebih penting adalah kehadiran emosional.
Ketika orang tua hadir menyaksikan anak tampil atau berjuang, itu menjadi sinyal kuat bahwa:
- Anak dihargai.
- Anak dianggap penting.
- Anak merasa bangga karena orang tuanya peduli.
Hal sederhana seperti ini membentuk mental yang sehat, karakter yang kuat, serta menumbuhkan rasa percaya diri pada diri anak. Kehadiran orang tua adalah investasi jangka panjang yang akan diingat anak hingga dewasa kelak.
Risiko Jika Kehadiran Diabaikan
Jika anak-anak tumbuh tanpa perhatian dan dukungan emosional dari orang tuanya, dampaknya bisa cukup serius:
- Anak merasa kurang diperhatikan.
- Anak mencari pengakuan dan perhatian di luar rumah.
- Anak tumbuh dengan luka emosional yang tidak mudah disembuhkan.
Masalah ini seringkali bukan karena anak kekurangan materi, melainkan karena mereka kehilangan perhatian yang seharusnya diberikan oleh orang tuanya.
Mari Hadir dengan Hati
Karena itu, mari kita bersama-sama lebih peduli, terutama para ayah. Jangan hanya menyerahkan urusan anak-anak kepada ibu. Kehadiran orang tua adalah tanggung jawab bersama.
Hadir bukan berarti selalu memberi uang atau hadiah. Hadir berarti meluangkan waktu, memberikan dukungan, dan memperlihatkan bahwa kita bangga dengan usaha serta pencapaian anak-anak.
Bagi anak-anak, kehadiran orang tua adalah hadiah terbesar. Hadiah yang tidak bisa digantikan oleh apapun.
N.A.M.
