Virus
Corona adalah sebuah keluarga virus yang ditemukan pada manusia dan hewan.
Sebagian virusnya dapat menginveksi manusia serta menyebabkan berbagai
penyakit, mulai dari penyakit umum seperti flu, hingga penyakit-penyakit yang
lebih fatal, seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute
Respiratory Syndrome (SARS).
(https://www.cigna.co.id/health-wellness/yang-perlu-anda-ketahui-tentang-coronavirus)
Pertama
kali ditemukan di Wuhan, China pada akhir 2019 lalu. Virus ini sudah menyebar
ke lebih dari 200 negara di dunia termasuk Indonesia. khususnya di Indonesia
kasus penyebaran virus ini telah merambah ke berbagai Propinsi dan kabupaten,
Kota, termasuk Propinsi Maluku.
Dalam
rangka melakukan pencegahan dan proteksi masyarakat terhadap paparan inveksi
virus ini, Pemerintah Ohoi Dian, Kecamatan Hoat Sorbay, Kabupaten Maluku
Tenggara, sesuai Surat Edaran Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Dan
Transmigrasi republik Nomor : 8 Tahun 2020 Tentang Desa Tanggap Covid-19 Dan
Penegasan Padat Karya Tunai Desa, telah membentuk Tim Relawan Covid-19 yang
melibatkan seluruh elemen masyarakat dan stakeholder untuk melawan penularan virus
ini.
Setelah
dibentuk oleh Pemerintah Ohoi Dian, Tim Relawan yang dikepalai oleh Kepala Ohoi
(Desa) Dian, bergerak cepat melakukan langkah-langkah konkrit yang bersentuhan
langsung kepada masyarakat. Salah satu diantaranya melakukan sosialisasi pola
hidup sehat dimulai dengan mencunci tangan. Tidak sampai disitu, Tim Relawan melakukan
pembagian tempat cuci tangan dan sabun secara gratis kepada setiap rumah di
Ohoi Dian.
Relawan
Bersama BABINSA Mempersiapkan Penyaluran Tempat Cuci Tangan Gratis Kepada
Masyarakat Ohoi Dian
Pembagian Tempat Cuci Tangan & Sabun kepada masyarakat oleh Relawan
Pembatasan aktifitas masyarakat di Ohoi Dian di malam hari, dalam Jangka Waktu dekat akan diberlakukan setelah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, hal ini dilakukan agar masyarakat patuh terhadap anjuran pemerintah untuk tidak melakukan perjalanan atau aktifitas yang tidak mendesak di malam hari, yang tentunya akan berpengaruh langsung terhadap penertiban jam Belajar anak dirumah. Ketua Tim Relawan Menghimbau agar orang tua mampu mengontrol anak-anak dirumah agar tetap di rumah pada malam hari dan waktu libur ini digunakan untuk dari rumah belajar.
Sedangkan untuk
melakukan sosialisasi dan edukasi masyarakat tentang Covid-19, Tim relawan akan
menggunakan media sosial dan elektronik untuk melakukan sosialisasi dan edukasi
kepada masyarakat, mengingat anjuran pemerintah untuk tidak melakukan kegiatan
yang mengkonsentrasikan massa.
(N.A.M.)